Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan baru, Irwan Meilano, yang resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Kehadiran Irwan diharapkan dapat memperkuat langkah KKP dalam mempercepat pelaksanaan enam program kerja prioritas nasional sekaligus mendorong tata kelola kelautan dan perikanan yang lebih berbasis data dan riset terapan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, penguatan kepemimpinan di KKP diarahkan untuk memastikan berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perikanan tidak cukup hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi harus diikuti dengan efektivitas pemanfaatan di lapangan.
Enam program yang menjadi prioritas KKP meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Budidaya Perikanan Tematik, Swasembada Garam, Revitalisasi Tambak Budidaya di Pantura, Budidaya Udang Terintegrasi di Waingapu, serta modernisasi kapal perikanan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Irwan Meilano. ©KKP
“Ada enam program prioritas yang kita sudah buat satgas-satgasnya dan akan terus kita evaluasi. Kita harus berpacu dengan waktu. Presiden membutuhkan hasil yang jelas dan terasa manfaatnya langsung oleh masyarakat, bukan sekadar fisik bangunan saja,” kata Trenggono dalam acara penyambutan Wamen Irwan di Gedung KKP, Kamis (1/10).
Ia menambahkan, pelaksanaan program ke depan harus memperhatikan efektivitas serta kebutuhan industri. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan sektor kelautan dan perikanan secara lebih luas.
Selain mempercepat program prioritas, Trenggono berharap latar belakang akademik Irwan Meilano dapat memperkuat sektor pendidikan dan riset di lingkungan KKP. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah transformasi Politeknik KKP dan pengembangan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai pusat unggulan atau Center of Excellence yang dirancang sesuai kebutuhan industri global.
“Kita ingin Politeknik KKP ini menjadi satu politeknik yang excellent, sebuah Center of Excellence. Lulusannya harus 100 persen siap kerja dan memenuhi standar industri nasional maupun internasional,” ujar Trenggono.
Menurutnya, pengalaman Irwan di bidang akademik diharapkan dapat mempercepat integrasi antara riset terapan, pendidikan vokasi, dan kebutuhan industri melalui penguatan OII.
Sementara itu, Wamen KKP Irwan Meilano menyatakan akan langsung bekerja dengan menitikberatkan pada tiga prinsip dalam tata kelola kementerian, yakni integrasi data, pengukuran manfaat program bagi masyarakat, serta penyelesaian masalah secara kolaboratif.
“Langkah awal yang saya tekankan dalam bekerja adalah keterbukaan berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan. Keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang fisik kita bangun, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” kata Irwan.
Ia menegaskan, berbagai tantangan dalam pelaksanaan program tidak akan dihindari, tetapi perlu diselesaikan secara bersama-sama dengan pendekatan yang berbasis data dan kolaborasi.
Irwan juga menyebut KKP saat ini tengah berada dalam momentum penting untuk mendorong perubahan di sektor kelautan dan perikanan. Penguatan riset terapan dan tata kelola berbasis data, menurutnya, menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai target pemerintah dapat dicapai secara terukur.
***
Foto-foto: ©KKP



