Indo Fisheries Expo & Forum akan kembali digelar pada 21–23 Juli 2027 di Grand City Convex, Surabaya. Memasuki penyelenggaraan ke-17, pameran dan forum teknologi perikanan dan akuakultur ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan industri, khususnya pelaku usaha di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.
Penyelenggaraan di Surabaya diharapkan dapat memberikan akses yang lebih dekat bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu dengan mitra internasional, menjajaki peluang pasar baru, serta membangun kerja sama di sepanjang rantai nilai perikanan dan akuakultur.
Indo Fisheries Expo & Forum diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama (Napindo). Dalam penyelenggaraannya, Indo Fisheries terus berupaya mengikuti perkembangan industri dan memahami kebutuhan pelaku usaha yang terus berubah, termasuk peluang pengembangan solusi, layanan, dan kemitraan di sektor perikanan.
Potensi tersebut salah satunya terlihat dari masih besarnya peran perikanan skala kecil dalam industri perikanan nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara dari sekitar 151 negara yang telah memiliki Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK).
Rencana tersebut mencakup lima area utama, di antaranya peningkatan input produksi dan keselamatan, penguatan data dan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan rantai nilai pascapanen.
KKP juga mencatat sekitar 90% nelayan Indonesia merupakan nelayan tradisional, sementara perikanan skala kecil berkontribusi sekitar 90% terhadap produksi perikanan tangkap nasional. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sekaligus peluang untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha di berbagai mata rantai sektor perikanan.
Upaya memahami perkembangan industri tersebut juga dilakukan melalui keterlibatan Indo Fisheries dalam berbagai kegiatan sektor perikanan dan akuakultur. Tim Indo Fisheries dijadwalkan berpartisipasi dalam FARM 2026 pada 29 September 2026, yang menjadi salah satu momentum untuk melihat perkembangan terbaru industri, khususnya budidaya udang, sekaligus membangun koneksi dengan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan.
Baca juga:
1. Cegah masuk pasar lokal, KKP amankan 1.048 ton udang impor
2. Benur udang bebas EHP tak hanya bergantung pada induk SPF
3. Tuna Sulawesi Tengah perkuat posisi di pasar Ekspor
Rencana penyelenggaraan Indo Fisheries 2027 juga melanjutkan capaian pameran tahun ini. Indo Fisheries 2026 digelar bersamaan dengan Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, dan Indo Vet 2026 Expo & Forum dan mempertemukan 600 perusahaan peserta dari 30 negara, termasuk tujuh paviliun negara.
Rangkaian pameran tersebut mencatat 20.380 pengunjung profesional dari 47 negara dengan total area pameran mencapai 22.000 meter persegi.
Untuk penyelenggaraan 2027, Indo Fisheries menggandeng Minapoli sebagai strategic partner dalam penyelenggaraan seminar dan forum. Kolaborasi tersebut juga ditujukan untuk memperluas keterlibatan pelaku industri dalam rangkaian kegiatan.
Indo Fisheries 2027 ditargetkan menghadirkan 300 perusahaan dari 30 negara, termasuk 10 paviliun negara internasional. Pameran akan menempati area seluas 5.169 meter persegi dan ditargetkan menarik 15.000 pengunjung profesional selama tiga hari penyelenggaraan.



