Tuna asal Sulawesi Tengah terus menunjukkan kinerja positif di pasar ekspor. Dalam dua tahun terakhir, komoditas tersebut secara konsisten dikirim ke sejumlah pasar internasional, terutama ke Amerika Serikat dan Singapura.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor tuna dari Sulawesi Tengah sepanjang 2025 mencapai 68,86 ton dengan nilai USD468.871 atau sekitar Rp8,3 miliar. Sementara itu, hingga Agustus 2026, volume ekspor telah mencapai 47,2 ton atau senilai USD272.636 (sekitar Rp4,8 miliar).

Tren positif aktivitas ekspor produk perikanan dari Sulteng juga tercermin dari frekuensi pengiriman. Sepanjang 2025, Sulteng telah melakukan pengiriman eskpor sebanyak 186 kali. Sementara hingga Agustus 2026, pengirimannya sudah mencapai 159 kali.

Baca juga
1. Tarif ekspor dihapus, tuna Indonesia kian percaya diri di Jepang?
2. Indonesia berhasil hapus hambatan ekspor rajungan ke pasar AS
3. Lele marinasi asal Bandung tembus pasar Taiwan

Komoditas ekspor utama yang jadi andalan Sulteng adalah tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Konsistensi ekspor tersebut turut didukung dengan penerapan standar mutu dan keamanan hasil perikanan yang menjadi salah satu persyaratan penting untuk memasuki pasar internasional.

Menurut siaran pers KKP, seluruh komoditas tuna yang diekspor dari Sulteng telah dilengkapi Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan oleh Badan Mutu KKP Palu. Sertifikasi tersebut mencakup penerapan standar sanitasi, higiene, penanganan ikan, hingga proses pengolahan untuk memastikan mutu dan keamanan produk tetap terjaga.

Nano Disinfektan Tambak Udang

“KKP hadir dan melaksanakan penjaminan mutu untuk memastikan proses sanitasi, hygiene dan aspek keamanan pangan diterapkan mulai di atas kapal sampai ke perusahaan pengolahan ikan,” tutur Plt. Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini.

Menurut Kepala UPT Badan Mutu KKP Palu Roy Pahlevi, capaian ekspor tuna Sulawesi Tengah tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, KKP, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kerja bersama KKP, Pemda Sulawesi tengah dan stakeholders terutama mulai dari pembinaan, pengawasan dan sertifikasi dilakukan sepanjang rantai proses. sementara pelaku usaha memastikan standar tersebut diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari,” ungkapnya.

Dengan pasar ekspor yang terus berjalan dan penerapan standar mutu yang semakin konsisten, tuna Sulawesi Tengah memiliki peluang untuk terus memperkuat daya saingnya di pasar global.

***