Perusahaan bahan baku pakan berbasis fermentasi asal Thailand, Evershining Ingredient, bekerja sama dengan Minapoli, sukses menggelar Evershining – Aquaculture Nutrition Seminar di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang (19/11), dengan tema “Unlocking the Power of Fermentation: Advancing Aquafeed Nutrition through Fermented Soybean Meal”.

Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai dan keunggulan nutrisi dari fermented soybean meal sebagai bahan baku alternatif pakan akuakultur dan dihadiri oleh lebih dari 30 peserta, yang terdiri dari nutritionist, formulator, procurement, laboratory dan R&D dari berbagai pabrik pakan di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman pada bidang nutrisi pakan akuakultur, antara lain:

  • Dr. Romi Novriadi, Dosen Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jakarta
  • Assoc. Prof. Dr. Orapint Jintasataporn dari Kasetsart University, Thailand
  • Dr. Ichsan Ahmad Fauzi, Dosen IPB University, Bogor

Ketiga narasumber tersebut menyampaikan berbagai riset terbaru tentang penggunaan dan manfaat fermented soybean meal pada pakan ikan dan udang.

Mengenal lebih dekat Evershining

Siwakorn Atchariyasin, Assistant to the Managing Director Evershining Ingredient membuka acara dengan menyambut para peserta seminar. Siwakorn menjelaskan bahwa ia dan para pembicara pada seminar tersebut akan memberikan informasi mengenai fermented soybean meal sebagai peluang baru yang diharapkan dapat berkembang dan membuat industri akuakultur di Indonesia menjadi lebih baik.

“Hari ini kami ingin berbagi insight dan memperkenalkan produk kami, fermented soybean meal, yang kami harapkan dapat mengembangkan akuakultur di Indonesia,” ujar Siwakorn.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh Sirawit Parinyanusorn, Marketing Evershining Ingredient, yang memperkuat pernyataan Siwakorn dengan mengajak peserta untuk mengenal Evershining Ingredient melalui company profile singkat.

Evershining Ingredient merupakan perusahaan pertama di Thailand yang sejak 2002 telah menghadirkan manufaktur fermentasi soybean meal dengan bekal lisensi Bio-Fermentation Technology dari Taiwan. Evershining Ingredient telah memiliki berbagai sertifikasi seperti HACCP, GMP, dan GMP+ untuk memastikan kualitas produk yang memenuhi standar global.

Sirawit juga menegaskan bahwa proses produksi di Evershining Ingredient dilakukan dengan ketat melalui “Solid State Fermentation”. Melalui prosedur ini, fermentasi dikontrol dengan cermat—mulai dari temperatur, pH, hingga durasi proses. Setiap tahap juga dilengkapi serangkaian quality control, seperti analisis proksimat, pengukuran asam laktat, hingga pengecekan mikotoksin, untuk memastikan produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

Terakhir, Sirawit menyebutkan bahwa beberapa perusahaan pakan ternama di Asia Tenggara telah bekerja sama dengan Evershining Ingredient, seperti De Heus, Japfa, New Hope, Uni President, Gold Coin,  dan lain-lain.

“Ini adalah beberapa customer kami dan kini kami memulai langkah di Indonesia. Untuk kedepannya, kami siap dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak,” jelas Sirawit.

Riset terkini dan peluang penggunaan fermented soybean meal

Untuk memberikan landasan ilmiah tentang penggunaan fermented soybean meal, sesi seminar bersama ketiga pembicara kemudian dibuka dan dimoderatori oleh Hery Wibowo, perwakilan Evershining Ingredient untuk Indonesia.

Dr. Romi Novriadi menyoroti potensi fermented soybean meal melalui presentasinya yang berjudul “Nutritional and Functional Benefi ts of Fermented Soybean Meal in Aqua Feeds”. Ia menjelaskan bahwa fermented soybean meal dapat menjadi bahan baku alternatif pengganti tepung ikan yang dapat membuat industri pakan akuakultur lebih efisien dan berkelanjutan.

Assoc. Prof. Dr. Orapint Jintasataporn menjelaskan manfaat fermentasi pada soybean meal melalui materinya yang berjudul “From Antinutritional Factors to Bioactive Compounds: The Transformation of Soybean Meal by Fermentation”. Menurutnya,  fermentasi dapat mengurangi efek negatif zat antinutrisi pada soybean, salah satunya seperti zat inhibitor tripsin yang dapat menghambat proses pencernaan pada ikan.

Senada dengan Dr. Orapint, Dr. Ichsan menjelaskan mengenai pengaruh zat antinutrisi pada kesehatan ikan melalui materi yang berjudul “Antinutritional Factors in Aquafeed Ingredients”. Dr. Ichsan menjelaskan bahwa ikan yang mengonsumsi pakan berbahan baku fermented soybean meal memiliki liver yang lebih sehat dibandingkan ikan yang diberi pakan berbahan soybean.

Terakhir, Dr. Orapint kembali tampil dengan materi “Replacing Fish Meal with Fermented Soybean Meal in Aquaculture: Challenges and Opportunities”. Kali ini, Dr. Orapint menjelaskan lebih detail hasil riset terkini dan tantangan penggunaan fermented soybean meal pada pakan ikan dan udang, serta perbandingan yang paling efektif untuk menjaga produktivitas tetap tinggi.
***

#ADV