Hari pertama Global Shrimp Forum (GSF) 2026 di Utrecht, Belanda, mempertemukan para pemain utama industri udang dari berbagai negara dan mata rantai bisnis. Diskusi tidak hanya membahas pasar dan perdagangan, tetapi juga keberlanjutan, inklusivitas, hingga arah masa depan industri udang secara global.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, GSF juga menghadirkan sejumlah format baru sekaligus mengembalikan beberapa sesi yang selama ini menjadi favorit peserta.
Hari pertama diawali dengan pertemuan Global Shrimp Council (GSC). Dalam sesi tersebut, Gabriel Luna memaparkan perkembangan kampanye konsumsi udang perdana GSC yang digelar di Venice Beach, California. Kampanye yang didukung CholuTexas, Rio Yaqui, Omarsa, dan Almar tersebut menggunakan dua truk udang serta maskot GSC, Happy, untuk mendorong konsumsi udang melalui pesan “Shrimp More Often.”
Kampanye tersebut diklaim berhasil menjangkau ribuan konsumen melalui kegiatan mencicipi udang, media sosial, dan pemberitaan media. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya upaya GSC dalam mendorong permintaan konsumen terhadap produk udang.
Di sisi lain, sesi khusus yang mempertemukan pelaku ritel dan foodservice membahas isu kesejahteraan hewan (animal welfare). Topik ini menunjukkan bahwa aspek kesejahteraan semakin mendapat perhatian dalam rantai pasok udang global.
Inklusivitas pembudidaya kecil menjadi sorotan
Salah satu sesi yang kembali hadir dalam GSF tahun ini adalah Inclusive Supply Chain, meski dengan format yang berbeda. Dipandu Anton Immink dan didukung oleh ASC bersama Sustainable Fisheries Partnership, sesi tersebut menampilkan tiga inovator yang menawarkan solusi untuk meningkatkan keterlibatan pembudidaya skala kecil dalam rantai pasok seafood global.
Liris Maduningtyas dari JALA, Shannon Roberts dari SeaFresh, dan konsultan independen Ted van der Put bertindak sebagai juri dalam kompetisi yang menyediakan hadiah sebesar €6.000.
Ketiga finalis mendapat dukungan dari sejumlah perwakilan industri, yakni Umesh N. R. dari Aqua Saathi/Shrimpact, Jonas Walker dari Blueyou, Jacob Doe Adzikah dari Chamber of Aquaculture – Ghana, serta Flavio Corsin dari Scalable Impact.
Setelah melalui tiga presentasi, Jonas Walker dan Blueyou terpilih sebagai pemenang kompetisi.
Udang tangkapan menghadapi perubahan pasar
Sesi Wild Caught Shrimp Summit juga kembali masuk dalam agenda GSF 2026 dengan mengangkat dua isu utama, yaitu perdagangan dan keberlanjutan.
Dalam pembahasan perdagangan yang dipresentasikan Angel Rubio, kondisi industri udang tangkapan menunjukkan prospek yang beragam. Produksi yang kuat di Argentina dan pemulihan pasar impor Amerika Serikat menjadi sentimen positif. Namun, kondisi tersebut diimbangi oleh perlambatan produksi di India serta tantangan di wilayah penghasil udang air dingin seperti Kanada dan negara-negara Nordik.
Panel yang dimoderatori Simon Dwyer bersama Fernando Lago, Fabienne O’Donoghue, dan Robert DeHaan tersebut juga menyoroti pentingnya sertifikasi dalam mempertahankan posisi udang tangkapan liar di supermarket.
Pembahasan keberlanjutan kemudian melihat isu tersebut lebih jauh dari sekadar sertifikasi. Soledad Jiron dari FMO memaparkan semakin besarnya keterlibatan bank pembangunan kewirausahaan asal Belanda tersebut dalam investasi blue food, termasuk sektor udang.
Ia berdiskusi bersama Camiel Derichs dari MSC dan Daniel Lorente dari La Sirena. Para panelis sepakat bahwa sertifikasi merupakan langkah penting menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Namun, industri tetap perlu mempertanyakan langkah apa lagi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan.
Lorente juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih kuat kepada konsumen dan pemangku kepentingan seiring industri bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
Dari tarif hingga El Niño
Pembukaan resmi GSF 2026 hadir dalam format baru untuk memperingati tahun kelima penyelenggaraan. Pembawa acara Melanie Siggs kembali memandu acara, kali ini bersama komedian Andrew Moskos dalam “The Shrimp Show.”
Format tersebut menggabungkan hiburan dengan diskusi mengenai berbagai isu yang tengah membentuk industri udang. Sesi dimulai dengan paparan mengenai kondisi makroekonomi global dari Jan Lambregts, Jane Foley, dan Pan Chenjun dari Rabobank.
Ketiganya membahas ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah kekuatan ekonomi dunia serta dampaknya terhadap perdagangan dan aktivitas bisnis internasional.
“The Great Game is nowhere near over,” ujar Lambregts, yang menekankan pentingnya bagi pelaku usaha untuk memastikan strategi mereka tetap relevan dalam menghadapi lingkungan global yang semakin tidak pasti.
Diskusi kemudian beralih pada sejumlah isu besar yang mewarnai industri udang selama setahun terakhir. Sandro Coglitore, Liris Maduningtyas, dan Choudary Karuturi membahas berbagai perkembangan, mulai dari kekhawatiran mengenai kontaminasi radioaktif pada udang Indonesia, aktivitas merger dan akuisisi Omarsa, hingga ekspansi industri udang Ekuador yang terus berlanjut.
Panel juga membahas ketidakpastian terkait perjanjian perdagangan bebas India-Uni Eropa serta potensi dampak El Niño terhadap industri udang global.
Kebijakan perdagangan Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Bob deHaan dari National Fisheries Institute memberikan pembaruan mengenai perkembangan kebijakan tarif di Washington. Ketidakpastian masih membayangi terkait waktu penerapan dan cakupan potensi tarif baru berdasarkan Section 301.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan perdagangan AS masih berpotensi menjadi tantangan bagi importir dan pemasok udang dalam beberapa bulan mendatang.
Global Shrimp Council memasuki babak baru
Hari pertama GSF 2026 juga diwarnai pengumuman penting dari Global Shrimp Council. Gabriel Luna mengumumkan bahwa Esther Luiten, yang sebelumnya pernah menjadi peserta Global Shrimp Forum, ditunjuk sebagai Executive Director pertama GSC.
Penunjukan ini menandai babak baru bagi GSC dalam memperkuat kehadirannya secara global sekaligus melanjutkan upaya meningkatkan konsumsi udang melalui kampanye Happy Protein.
Hari pertama ditutup dengan sajian udang
Hari pertama GSF 2026 ditutup dengan GSF Welcome Reception, yang tahun ini berlangsung lebih meriah untuk memperingati lima tahun penyelenggaraan forum.
Udang yang disediakan oleh Klaas Puul, Vaishnavi Aquatech, Omarsa, Aquamarine Tradimer, dan Umios menjadi bagian dari jamuan yang mempertemukan para delegasi untuk merayakan dimulainya GSF 2026.
Dengan isu ketidakpastian perdagangan, keberlanjutan, permintaan konsumen, dan inklusivitas rantai pasok mendominasi hari pertama, diskusi di Utrecht telah memberikan gambaran awal mengenai tantangan yang akan dihadapi industri udang global.
Masih ada dua hari berikutnya bagi para pelaku industri untuk melanjutkan pembahasan dan melihat lebih jauh ke mana arah industri udang global akan bergerak.


